Monday, August 14, 2006

Buku Media Monitoring & Analisa 1-15 September 2005

Transaksi Via ATM Naik 20%

Bandung : PT Artajasa, penyedia jaringan transaksi elektronik terpadu di Indonesia, memproyeksikan volume transaksi melalui anjungan tunai mandiri (ATM) Bersama menjelang Lebaran tahun ini meningkat sekitar 20%.

Arya Damar, Dirut PT Artajasa, mengungkapkan volume transaksi pada ATM bersama saat ini sekitar 1,5 juta hingga 1,9 juta per bulan menjelang Lebaran karena meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Untuk mengantispasi kenaikan volume transaksi tersebut, kami telah berkoordinasi dengan semua bank supaya dananya tersedia (sesuai dengan kebutuhan penarikan uang tunai),” ujarnya di sela roadshow campus to campus di Bandung, kemarin.

Arya menyatakan perkembangan volume transaksi melalui ATM Bersama setiap tahunnya selalu meningkat 100%. Hal ini disebabkan karena system keamanan yang terjamin dengan tingkat kebocoran 0%.

Namun dia mengaku, masih ada kegagalan transaksi sekitar 20% yang lebih disebabkan factor kesalahan nasabah dalam bertransaksi, seperti saldo yang tidak mencukupi dan salah memasukkan nomor PIN. (Binis/k14).

Portofolio

BSM Layani Transfer dana TKI Malaysia

Jakarta, Bank Syariah Mandiri menjajaki penggarapan transfer dana TKI dari Malaysia melalui kerja sama jaringan ATM regional yang diikuti antara Malaysia dan Indonesia.

Malaysian Electronic Payment System Sdn Bhd (MEPS) dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) melakukan kerja sama link fasilitas ATM antara yang melibatkan 9.700 unit ATM di kedua negara.

BSM menjadi salah satu bank yang ikut memanfaatkan kerjasama jaringan itu sehingga bisa melakukan akses di kedua negara.

Direktur BSM Hanawijaya mengatakan potensi lalu lintas dana Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia cukup besar sehingga cukup propektif untuk digarap kalau memang memungkinkan untuk dimasuki.

Sejauh ini, tuturnya. Secara teknis BSM memang punya kemungkinan ke arah itu dengan memanfaatkan kerja sama jaringan ATM untuk jasa transfer dana semacam itu.

‘Menurut tim teknologi kami memang bisa ke arah itu, Tapi saya belum tahu betul teknisnya itu. Sekarang tim kami lagi mempelajarinya,”Katanya kepada Bisnis.

Menurut dia, kajian itu tengah dilakukan oleh divisi pengembangan produk dan service quality management yang dipimpin Agus Syabarrudin.

Dia mengharapkan kajian itu secepatnya bisa dituntaskan sehingga kerjasama jaringan ATM dengan Malaysia bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan produktivitas jasa pelayanan perusahaan.

Soal target waktunya, Hana tidak berani menyebutkan karena belum bisa diperkirakan kapan bisa direalisasikan.

Transaksi Nasabah Muamalat Terbesar

Bandung – transaksi nasabah Bank Muamalat Indonesia (BMI) di fasilitas ATM Bersama tergolong terbesar dengan frekuensi 60 ribu – 70 ribu perbulan. Sedangkan frekuensi nasabah bank lain tergolong minim.

Corparte Development Head Artajasa, Aries Barkah, menyatakan bank syariah yang menggunakan fasilitas ATM Bersama baru tiga. Semuanya dari kategori bank umum syariah yakni BMI, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Syariah Mega Indonesia,”Untuk unit usaha syariah belum banyak yang bergabung,”Kata Aries.

Aries mengatakan, bank yang memiliki unit-unit syariah di Indonesia belum banyak yang bergabung dengan ATM bersama, karena khawtir bersatu dengan bank Konvensional. Padahal, menurut dia, penggunaan ATM Bersama tidak akan mempengaruhi system syariah.

Di Malaysia, kata dia, umumnya bank Islam sudah menggunakan ATM bersama itu padahal bekerjasama juga dengan bank konvensional. Karena jika membentuk layanan sendiri, investasinya mahal.

Anggota ATM Bersama saat ini ada 54 bank. Setiap tahunnya, terjadi peningkatan transaksi sebesar 100 persen. Tahun 2005 ini, transaksi mencapai 1.5-1,6 juta. Pada saat lebaran nanti diperkirakan akan naik lagi sebesar 20 persen.

Transaksi Melalui ATM Bersama Terus Meningkat

Nilai transaksi perbankan melalui ATM Bersama saat ini semakin meningkat. Bahkan setiap bulannya mencapai 1.6 juta transaksi dan ini menunjukkan keberadaan ATM Bersama semakin diterima masyarakat. Pada awalnya memang masih kurang diterima karena adanya kekuatiran akan kegagalan transaksi bila menggunakan ATM Bersama.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Artajasa. Arya Damar kepada wartawan sesaat setelah menjadi pembicara dalam acara “Bedah Teknologi Perbankan” di Aula Fakultas Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Rabu (7/9).

Namun, tambahnya, sesuai dengan perkembangan teknologi kegunaan ATM yang tidak hanya untuk menarik uang dan melihat saldo, berkembang untuk transaksi perbankan lainnya. Seperti membayar tagihan rekening listrik, telepon maupun air.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

July 2006 August 2006 October 2006 Link