Sunday, August 13, 2006

Buku Media Monitoring & Analisa

Bank Tingkatkan Pendapatan Komisi
Jakarta, Kompas – kondisi makroekonomi yang buruk, terutama tingginya tingkat inflasi dan suku bunga, akan memaksa perbankan untuk menaikkan pendapatan di luar bunga. Oleh karena itu, bank berupaya meningkatkan pendapatan dari komisi atas pelayanan jasa keuangan (fee base income).
Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Iman Sugema mengungkapkan hal itu dalam diskusi “Menjawab Tantangan Perbankan 2006 melalui Strategi Non Konvensional” yang diselenggarakan perusahaan penyedia layanan transaksi elektronis, Artajasa, Kamis (1/12) di Jakarta.
Inflasi yang tinggi, yang pada akhir tahun ini diperkirakan mencapai di atas 17 persen (setahun) memaksa Bank Indonesia (BI) untuk terus menaikkan tingkat suku bunga moneter. BI Rate maupun Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga selisih tingkat suku bunga riil supaya tetap menarik bagi investasi sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dapat terjaga. Jika selisih suku bunga riil menipis apalagi negatif, pemodal akan mengalihkan dananya dari aset rupiah ke aset dollar AS yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik.
Tingkat suku bunga yang terus menanjak akan berdampak negative terhadap pendapatan perbankan. “Tingkat suku bunga SBI yang tinggi akan memaksa bank menaikkan suku bunga deposito, yang berarti peningkatan biaya dana”, kata Iman.
Pada sisi pendapatan konvensional bank yang berasal dari pendapatan bunga bersih akan semakin menipis. Suku bunga SBI yang mengatrol tingkat suku bunga deposito juga akan bermuara pada tingginya suku bunga kredit. Dalam kesempatan itu. Direktur Bank Buana Pardi Kendy memperkirakan tingkat suku bunga kredit tahun depan akan mencapai kisaran 20 persen.
Lebih jauh Iman menjelaskan, tingginya tingkat suku bunga kredit akan berdampak meningkatkan kredit bermasalah, yang berarti juga penurunan pendapatan bank. Selain itu, suku bunga kredit yang tinggi akan mengakibatkan perlambatan ekspansi kredit. Di satu sisi, bank meningkatkan kehati-hatian sehingga lebih konservatif dalam menyalurkan kredit. Di sisi lain, pengusaha akan menunda realisasi investasi karena suku bunga kredit yang tinggi akan menaikkan biaya produksi, termasuk tuntutan kenaikan gaji karyawan.
Dalam situasi ini, mau tidak mau perbankan harus melirik pada pendapatan konvensional. Komisi atas jasa pelayanan keuangan.”kata Iman.
Menurut Iman, dari 10 bank terbesar di Indonesia saat ini, hanya tiga bank memiliki pendapatan tinggi dari komisi atas jasa pelayanan keuangan, yaitu BCA, BII, dan Bank Lippo.
Direktur Utama Artajasa Arya Damar mengungkapkan, dari seluruh nasabah perbankan saat ini, baru 3 persen yang memanfaatkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk transaksi pembayaran. Padahal, tahun 2006 perusahaan telekomunikasi menargetkan 70 juta pelanggan di Indonesia.
“Ini merupakan mitra potensial perbankan dalam layanan pembayaran secara online. Salah satu bank anggota ATM bersama, dengan biaya bulanan ke Artajasa Rp 20 juta, dapat memperoleh komisi transaksi sekitar Rp 600 juta per bulan.”Katanya. (ANV).

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

July 2006 August 2006 October 2006 Link