Monday, August 14, 2006

Penggadaan ATM bisa lewat pihak ketiga

Oleh : Tri D. Pameran Bisnis Indonesia

Jakarta, PT Artajasa pembayaran elektronis menawarkan pola pengadaan mesin ATM kepada pihak ketiga. Dengan pola tersebut, investasi pembelian mesin ATM tidak lagi menjadi tanggung jawab bank, tetapi akan ditanggung oleh pihak ketiga.

Presiden Direktur PT Artajasa Pembayaran Elektronis Arya Damar mengatakan pola pengadaan mesin ATM yang baru itu diharapkan menjadi solusi bagi bank dalam melakukan ekspansi.

Artajasa merupakan ‘cucu’ perusahaan PT Indosat Tbk yang bergerak dalam penyelenggaran jaringan ATM Bersama dan solusi teknologi perbankan.

“Dengan upaya ini kami berharap bank tidak perlu lagi melakukan investasi secara besar-besaran untuk membeli sendiri mesin ATM,”Ujar dia.

Dalam menyelenggarakan layanan tersebut, Arya mengatakan Artajasa akan bekerja sama dengan pihak ketiga seperti restoran, pusat perbelanjaan, atau tempat public lain.

Dengan kata lain, mesin ATM itu akan dimiliki oleh restoran yang memasang mesin tersebut. Dia mengharapkan strategi itu akan dapat mempercepat penyebaran mesin ATM di Tanah Air.

Menurut Arya, konsep itu akan mendorong efisiensi bank karena tidak perlu lagi mengluarkan biaya operasional dan perawatan. Efisiensi juga bisa dirasakan oleh pihak ketiga dan masyarakat umum.

Pola pengadaan mesin ATM oleh pihak ketiga sudah lazim digunakan di sebagian negara seperti Amerika Serikat dan Australia.

Di AS, bank tidak perlu lagi mengisi uang di ATM, melainkan merchant yang melakukannya. Di Australia, pengadaan uang di ATM dilakukan oleh suatu institusi yang bertugas menangani seluruh perawatan mesin tersebut. Dengan pola itu, maka bank dapat berkonsentrasi penuh terhadap fungsi core-banking.

Arya memahami kalau saat ini perbankan mulai meningkatkan efisiensi dalam kegiatan efisiensi dalam kegiatan operasional, termasuk melakukan investasi perangkat teknologi secara lebih hati-hati.

Efisiensi itu a.l dilakukan dengan cara melakukan belanja TI secara bersamaan (share) atau melalui pola outsourching, termasuk untuk pengadaan mesin ATM.

Tren beanja mesin ATM oleh perbankan di Indonesia pada tahun ini mengalami penurunan hingga dua kali lipat di banding tahun lalu.

Kondisi itu terjadi seiring dengan kebijakan perbankan di dalam negeri yang memperketat likuiditas akibat meningkatkan tekanan terhadap marjin.

Menurut Arya, pada tahun ini pembelian mesin ATM oleh perbankan di dalam negeri hanya berkisar 2.000 unit hingga 3.000 unit sementara tahun lalu mencapai 5.000 unit.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

July 2006 August 2006 October 2006 Link