Sunday, August 13, 2006

Transaksi BMI di ATM Bersama Cukup Besar

Jakarta – Transaksi pengguna kartu ATM Bank Muamalat Indonesia di jaringan ATM bersama berada di posisi terbesar ketiga. Tingginya volume transaksi, kata Direktur Utama Artajasa, penyedia layanan ATM bersama, disokong penjualan Kartu Shar-e.
“Sejak BMI gencar mempromosikan kartu Shar-e volume transaksi nasabah BMI di ATM bersama melonjak tajam, “katanya di Jakarta, kemarin (1/11). Ia menilai penjualan Kartu Shar-e cukup sukses.
ATM bersama yang dikelola oleh PT Artajasa menjangkau 54 dari 65 bank yang memiliki jaringan ATM. Mengenai total transaksi nasabah BMI, Arya mengaku tidak dapat menunjukkan angkanya. Juga bank mana yang transaksinya menempati urutan satu dan dua. Dengan peningkatkan transaksi, menurut Arya, fee yang harus dibayar BMI pun ikut naik.
Saat ini jumlah ATM BMI memang masih terbatas sehingga kerja sama dengan jaringan ATM Bersama yang mempunyai 6.630 mesin ATM lebih memudahkan layanan kepada nasabah. BMI bekerjasama dengan jaringan ATM BCA yang mempunyai lebih dari tiga ribu mesin ATM.
Arya mengungkap jaringan ATM Bersama diminati bank syariah. Tahun ini, dua bank umum syariah lain yaitu Bank Syariah Mandiri dan Bank Syariah Mega ikut bergabung. Begitu juga dengan sebagian besar unit usaha syariah (UUS) seperti Permata, Danamon, BNI, BRI, BTN, Niaga, Bukopin, dan IFI.
Menurut Arya, Artajasa menawarkan bank yang punya UUS untuk memakai jaringan ATM Bersama, “Kami juga ingin menawarkan agar BPD dan unit syariahnya bergabung supaya kartu ATM mereka bisa digunakan secara nasional, “Empat bank daerah yang punya UUS, Bank DKI, Sumut, Riau dan Bank DKI, dan Bank Jabar sudah lebih dulu.
Arya mengatakan bagi bank yang nasabah dan mesin ATMnya cukup banyak, jaringan ATM bersama bermanfaat untuk meningkatkan fee based income. Itu karena mesin ATM kini bisa digunakan untuk membayar bermacam tagihan.
“Total fee based income bank dari ATM Bersama baru Rp 30 miliar perbulan. Padahal potensinya bisa Rp 200-300 miliar per bulan.” Kata Arya. Penyebabnya, selain minimnya sosialisasi masyarakat juga belum terbiasa menggunakan mesin ATM selain mengambil uang tunai.
Ia juga mengkritik bank yang mengenakan biaya terlalu tinggi untuk transaksi ATM. Fakta di lapangan, menunjukkan bank yang biaya transaksi ATM-nya lebih murah transaksinya lebih tinggi.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

July 2006 August 2006 October 2006 Link